Saturday, February 25, 2012
manusia adalah tanah akan kembali pada tanah
bercerita tentang ini tak habis-habisnya, berlalu lalang bagai episode yang tak henti-henti, yup itulah perjuangan dalam sebuah impian, masa depan, jika Allah masih membolak-balik ya ikuti skenarionya, yang terpenting tetap syar'i dan menjaga adat istiadat, terkadang lelah namun Sang Maha selalu memberi kekuatan, ayo bangkit, berusaha lagi, yakinkan hati, kelak usaha yang ditanam hari ini menuai hari esok, yakinkan hati, dalam sebuah impian yang harus di lakukan terlebih dahulu adalah keyakinan, niat terhadap menggapai masa depan itu sungguh-sungguh, kemudian tentukan target dalam level kemampuan kita, dan yang terutama rendahkan hati, keikhlasan hati, jangan pernah menyombongkan bahkan merendahkan orang lain, karena hakikat manusia adalah tanah kita bisa berpikir apa itu tanah dan persepsi tanah itu sendiri, dan ketika tanah bisa menghasilkan tumbuhan itulah yang disebut manusia manfaat, dan kelak tanah menyambut jasad nya penuh dengan wewangian khas surga, dalam kesturi indah, jika persepsi bahagia hanya di nilai dengan harta, uang, pangkat, jabatan atau ketampanan atau kecantikan, atau kesholihan yang diagungkan, maka cari lah itu semua dengan ke egoan mu, dengan keangkuhan mu, ikutilah mau mu, dan puaskan lah diri mu tentang pencarian itu semua, itu persepsi mu dan kebahagiaan menurut mu, hingga tanpa kau sadari bahwa kau hanya seorang tanah yang kusam hingga nanti bila kau kembali pada tanah itu, seolah tanah itu menolak karena kesombongan atau tujuan harta mu hanya kebahagiaan semu,bahkan tanpa kau sadari kau mengatakan harta ku tuk berjuang di jalan Allah tapi yang sebenarnya adalah harta tujuan kebahagian mu dengan kau menyombongkan diri dihadapan yang lemah, dan kau menyedekah harta mu agar dilihat orang lain, agar pandangan orang lain terhadap mu adalah seorang yang sholeh, dan dermawan hingga bangga terhadap diri sendiri menggeroti hakikat manusia yang pada dasarnya adalah tanah, hingga jabatan mu membuat mu bangga tiada habisnya, bahkan kau sangat menghormati orang yang melebihi jabatan mu dari pada Sang Pemberi jabatan, dan tak pernah terlintas dalam pemikiran harta seketika bisa habis, jabatan itu seketika bisa hilang, jika roda-roda dunia berputar, dan kau tak menyadari itu bahwa kita ini hanyalah hamba yang sedang melakoni sebuah cerita yang berganti dan semu semata, dan cuma Allah yang tiada semu, dan kau hanya mempersepsikan kehidupan dengan keegoan mu tanpa berpikir sebenarnya kita hanyalah tanah dan kembali pada tanah, dan skenario itu berlalu lalang tiada henti, apakah harta, jabatan bisa mengubah skenario Allah? jawablah dalam hati nurani? dan ketika keelokan rupa menjadi kebanggaan mu, menjadi tujuan hidup mu, agar kau bangga memamerkan dihadapan teman mu, relasi mu, maka tanyakan pada nurani mu, apakah keelokan rupa merupakan takdir yang dibanggakan? silakan ikutilah ego mu jika keelokan rupa tujuan hidup mu, maka carilah ia puaskan lah ia, banggakan lah ia dihadapan teman mu, hingga kau puas maka, jika kedamaian berasal dari keelokan rupa, apakah kesedihan akan hilang sekejap dengan keelokan rupa, apakah roda-roda itu akan berputar diatas terus karena keelokan rupa? kalau benar katakan pada Allah aku mencintai dia karena rupawan, dan rupawan hanyalah tanah, lalu datanglah aku mencintai dia karena kesholihannya, dia tak pernah salah, dia tak pernah berdosa, dan dia orang yang suci selalu mengagungkan kesuciannya bahkan bangganya ketika dia berbuat baik, tanpa dia sadari bahwa dia ujub terhadap dirinya sendir, dan merasa dirinya adalah baik dengan menunjukkan amalan-amalan yang dia lakukan, dan kebanggaan dalam hidupnya, jika ujub terhadap ibadah, aqidah serta syariat tidak boleh dilakukan jika sekedar saja yang niatnya sebagai dakwah tak menjadi masalah tapi ketika ujub membanggakan dirinya karena merasa paling benar, paling suci, tak pernah berpikir asal dirinya berasal dari tanah dan hakikat tanah...maka sederhanalah konsep dalam persepsi harta, jabatan, keelokan dan kesholihan...
Wednesday, February 1, 2012
rasa keindahan terpatri pada saat ini
mengenalmu...sejak lama, tak pernah ingin dan tak pernah terpikir
entah mengapa sejak akhir-akhir ini diri itu terbayang-bayang dalam sebuah rasa
merasakan nya tak pernah berpikir untuk sebuah rasa, tak disengaja, dan mengalir layaknya alunan merdu
gugup, gelisah, terbayang hingga sastra mengalir apa adanya, merasakan natural, alami dan bukanlah kepalsuan
ku tanya jiwa apa yang membawa diri hingga kepadanya, entahlah...
ku nikmati, sabagai kesucian cukup itu
kepasrahan
keikhlasan pada pemilikNya
Rasa ini hanya rasa
tak memiliki keinginan karena keinginan ini hanya milik Nya
Kecintaan ini dipupuk karena Allah...
dan jika aku memiliki mu kelak karena Allah
cara Allah menyatu
entah mengapa sejak akhir-akhir ini diri itu terbayang-bayang dalam sebuah rasa
merasakan nya tak pernah berpikir untuk sebuah rasa, tak disengaja, dan mengalir layaknya alunan merdu
gugup, gelisah, terbayang hingga sastra mengalir apa adanya, merasakan natural, alami dan bukanlah kepalsuan
ku tanya jiwa apa yang membawa diri hingga kepadanya, entahlah...
ku nikmati, sabagai kesucian cukup itu
kepasrahan
keikhlasan pada pemilikNya
Rasa ini hanya rasa
tak memiliki keinginan karena keinginan ini hanya milik Nya
Kecintaan ini dipupuk karena Allah...
dan jika aku memiliki mu kelak karena Allah
cara Allah menyatu
Subscribe to:
Posts (Atom)