Karya : Yudhie Yacho
ia berdiri dalam kesendirian
menunggu kesepian
di bawah lampu jalan
menunggu kesepian
di bawah lampu jalan
di trotoar berubin petak marmer hitam
ia mencoba berjalan melemaskan badan
sambil menghitung berapa lama menghabiskan
waktu yang telah terlewatkan
ia mencoba berjalan melemaskan badan
sambil menghitung berapa lama menghabiskan
waktu yang telah terlewatkan
ada sedikit harapan
yang ditunggunya akan datang
ketika sebuah mobil melaju pelan
yang ditunggunya akan datang
ketika sebuah mobil melaju pelan
ia mencoba mengingat
kapan terakhir bersepakat
untuk bersama menghabiskan malam
berdua dengan berjalan-jalan di taman
kapan terakhir bersepakat
untuk bersama menghabiskan malam
berdua dengan berjalan-jalan di taman
kadang ia sungguh merasa bosan
menunggu dibatas kesanggupan
namun dengan penuh keyakinan
ia akan melunaskan apa yang dijanjikan
menunggu dibatas kesanggupan
namun dengan penuh keyakinan
ia akan melunaskan apa yang dijanjikan
lamat-lamat ia mendengar gumam
nyanyian kidung puja-puji mengalun merdu
tak terlampau jauh dari telinganya yang panjang
dan sebuah berkah yang tak terkirakan
kekasih yang datang membawa senyuman
nyanyian kidung puja-puji mengalun merdu
tak terlampau jauh dari telinganya yang panjang
dan sebuah berkah yang tak terkirakan
kekasih yang datang membawa senyuman
Tanpa Sepengetahuanmu
Karya : Laitul Kiptiyah
ada yang telah kusimpan
secara diam-diam
seperti puisi-puisi, buku-buku
juga percakapan-percakapan
denganmu
hingga ketika senja membuka jendela kamarku
dan guguran daun menyapu punggung sabtu
yang berdebu
maka kembali aku dekat
dengan semuanya itu
tak perlu kau menanam takut
atau menakar nyeri:
aku tergeletak sendiri
dingin dan sepi