Friday, November 25, 2011
malang melintang
bagai pasang surut yang entah sampai kapan berakhir...terkadang berpikir dalam-dalam namun, apalah daya,terkadang kuat terkadang lemah, terkadang teori selalu menguatkan tapi hanya sesaat, tak ada solusi, bagai batu hitam kental, bagai rajam yang tiada habis-habis, ku berpikir mengapa terlalu dalam merasakannya, ku sadar namun entahlah... lagi lagi kembali ke titik nadir yang entah sampai kapan akan berakhir, dalami mengapa jauh...mengapa tak seperti dulu seperti baja apa bermain dengan ke egoan? bisakah berdiri tegak? bisa bersabar? bisakah ikhlas? bisakah pasrah? terasa sukar sekali dan sekali lagi terlalu lemahnya diri hingga dikendalikan oleh sebuah kelemahan tapi tidak bisa berdiri tegak, walau turun naik rasanya...Allah hanya memohon kebaikan
Friday, November 11, 2011
Indahnya sholawat
angin menyingkap....sejuk, bagai anay anay yang terbang mengalun-alun bak melodi, lalu menerbangkan sebuah senyap...bagai tandusnya diairi zam zam terasa dahaga hilang...bagaikan kuasaNya membuka mata atas kegelapan, bagaikan jejak menelusuri cahaya yang tiada henti-henti, aku bertemu dalam alunan melodi, aku bertemu dalam sebuah arti, aku bertemu dalam sebuah tanganNya, aku bertemu dalam cahayaNya, dan aku? dan aku? dan aku?, pemimpin umat dendangkan sebuah syair, syair itu menyejukkan setiap detik setiap menit setiap jam bahkan sepanjang denyut yang bedetak tiada henti, tiada, tiada henti, tiada henti, bercumbu dengan melodi itu, merayu dengan melodi itu, membahana hingga samudera luas, biru........ hijau berjuta warna kedamaian menjadi rupa rasa anggun yang berhasta tiada henti, Rasul ku.....
Rasul ku...
Rasul ku...
SHALALLAH ALAIHI WASALLAm
Gamang
sebuah ilustrasi yang tergambar dari suasana hati yang tak pernah tahu, sebuah teori pun tak bisa diterjemahin kata-kata lalu kata, hanya sebuah teori tentang motivasi harapan kehidupan, bukan rasa yang sesungguhnya, lalu dimana ia? mengapa ia mudah berganti, dan mengapa ia tak membangun pondasi dan tiang lalu menjadi pijakan dalam sebuah bangunan, sebuah cara telah dilalui, sebuah langkah harus ditempuh,gamang mana mungkin sebuah menjadi permainan yang semu, bukan sebuah etika, yang begitu saja berlalu, berdengung tentang etika berdengung tentang sebuah cara namun tetap saja semuanya begitu apa adanya, ketika kenyataan itu menghampiri dia termenung dan ketika kenyataan itu menghampiri dia termenung dan ketika kenyataan itu menghampiri dia termenung,lalu apa? mengapa sesuatu yang tak menjadi pijakan selalu berbuat terbaik dan selalu berbuat manis, kehidupan sederhana, dengan sederhana pikiran sederhana tindakan, menjadi sebuah permata yang bersinar hingga kilauan yang tiada habisnya, justru mempunyai segala tapi terlalu terlunta dengan pikiran dan tindakan sehingga banyak aral yang selalu terjal, bimbang, ragu, kemudian tidak bisa menjawab,mengapa dia kosong, mengapa jalan itu tanpa arah yang ada hanya batas-batas, terlalu berpikir keras, atau terlalu mengada-ada mengapa tak berjalan saja berjalan saja berjalan saja entah kemana?
Mata air yg mengalir lalu sentuh rasakan kesejukannya
dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang di kehendaki) Nya. sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Ath Thalaaq ayat 3)
SubhanaAllah kekuatan dan kelembutan seolah mengaliri setiap kelemahan yang selalu mendera, sebuah angin terasa menyikap membawa keindahan walau ia berasal dari mana walau hanya sekejap tapi sungguh syukur tak terhingga atas nama Tuhan ku yang menciptkan langit dan bumi beserta seluruh isinya, Dia tak pernah lengah, Dia memberi suatu kehangatan dibalik kegersangan diantara sifat manusiawi, Dia selalu memberi kepastian diatas tidak kepastian alur kehidupan, dan Dia berkehedak dengan kebaikanNya diatas tidak ketahuannya kita sebagai ummi, wahai hati,jiwa,pikiran menyatulah dengan JiwaNya, dengan HatiNya, dengan PikiranNya,disitu tak ada kelemahan dan tak ada kesepian dan tak ada kehampaan yang ada hanya kepasrahan total dan penuh, walau jiwa manusia selalu bertanya dan ia lemah, tapi pikirannya selalu membawa ke alam Nya. apa yang hendak dicari, apa yang hendak ditemukan, sujud itu menandakan kelemahan diatas sesuatu, diatas usaha yang tiada kunjung tiba, nikmatilah apa yang ada, bersyukurlah detik ini, menit ini, jam ini dan hari ini, saat ini, rasakan apa yang diberi olehNya saat ini, dan jangan bertanya mengharap bahkan memikir kan ketentuanNya, Dia merencanakan, Dia pembawa takdir kuasa, dan kita hanya berharap sebagai manusia, dan kita berkeinginan sebagai manusia cukupkan sampai disitu, dan kita berdoa berharap sebagai manusia, manusia yang berusaha memahami titahNya melalui tingkah dan sikap menurutNya, yakinlah hati, tuluskan niat, peganglah dengan erat sebuah kesempatan, hiasilah dengan perilaku menurut titahNya. bermujahadahlah karena ia ada setiap detik dan ketentuanNya adalah indah.........
Tuhan ku merindukan Mu
Tuhan ku menginginkan Mu
Tuhan Ku bawalah aku dalam rahasia Mu
Tuhan hilangkanlah sifat manusia jika itu memberikan kebaikan dalam langkah ku...
Tuhan atas nama Mu aku memohon doa ini....
Tuhan atas nama Mu aku belajar menyelami ini.
Harapan manfaat
Seminggu yg lalu aku jalan dgn teman ku aku dihadapkan kenangan masa yg indah dmn sejak TK bhkn perguruan tinggi aku sdh mengenal situasi itu,kondisi itu membuat ku ingin sekali mewujudkan mendirikan sebuah...ku tau kehidupan yg ku jalani adalah sebuah pelajaran dan pengalaman sdh hmpr 5 thn genap ku berkecimpung didunia ini,ingin rasany membangun sendiri kemudian dikombinasi dgn pengalaman yg ada,oh my god ku tau tak semudah berlisan,berkehendak,berharap,dan aku bertanya dlm khayal ku akankah terwujud? Dan pagi ini aku bertemu dgn tetangga yg profesi sama dgn tp diinstasi yg latar pendidikanny sama aku mengatakan aku rindu mengajari huruf2 yg kudpt sejak Tk hingga perguruan tinggi,lalu dia bertanya kenapa begitu? Sungguh entah mengapa hati ku yg menggerakkan,lalu dia mengatakan wlau gaji cuma 50 ribu? Tp cuma 1 jam setiap ku pulang dr profesi ku sekarang,aku hanya punya semangat bahwa tak ada yg sia sia,wlau keinginan itu entah terwujud atau tidak..oh my god terlalu naif..
Bertemu dalam alunan kekuatan dan meyakini dan menjadi pijakan sebagai sebuah cercah.namun rasa selalu menjatuhkan dalam lembah kelemahan...
Terlambai bak kedamaian sejati...terfana terhambur dalam sebuah keindahan hidayah yang mewangi...
berharap Berlindung dari Nya dan menetap dalam keistiqomahannya...
Memang tak sekuatNya...
Memang selalu terjatuh namun selalu bangkit
Memang selalu mengerti namun kemengertian dan keyakinan itu masih samar...
wahai...Gusti... ingin keluguan itu sebagai pilihan, ingin tak kemengertian itu sebagai dasar pijakan itu..
dan kekuatan itu menjadi pilihan,
wahai ketidaktahuan menyatulah...
wahai ketidak mengertian itu sebagai pilihan...
wahai jam berjalan pada porosnya wahai alam yang sejati memilah rasa keindahannya dan kedamaian bak sejatinya ia..
wahai pohon yang besar itu melambai ketika angin menyergap dan biarlah ia meninggi hidup dalam sejuta tahun dan layu ketika pemiliknya menginginkannya...
wahai matahari bersinarlah pada waktunya dan ketika sinar nya tiada karena pemiliknya
wahai bulan menerangi bumi dalam kegelapan itu dan berganti karena kehendak pemiliknya..
jangan pernah bertanya, mengharap yang ada hanya bagaimana membuat jam lebih berarti, menjadikan pohon untuk berlindung, menjadikan matahari tetap berguna,dan menemani setiap langkah dalam sebuah arti, dan biarkanlah bulan tetap menemani dalam Syahdu dalam instuisi hati, jiwa, pikiran dan esok menjelang matahari menyala setiap langkah....dan pohon menjadi ketentraman dan rindangnya hati, jiwa, pikiran...sungguh menikmati itu semua..dalam angan serta cita-cita yang terukir bagai awan yang selalu berwrna - warni.
AMIN......
alur kehidupan
bertemu dalam sebuah ketiadaan hanya keindahan kata, kata menjadi makna yang tak tersirat oleh sebuah kedalaman yang tak pernah mengerti, tak mengenalnya, bahkan asalnya hanya sebuah kata yang sangat berarti, dan mulai menyemai atas kata yang mempunyai makna, naif terasa, terlalu dini, terlalu singkat untuk mendalami rasa, namun indah terasa, aku bukan wanita petualangan rasa yang mudah mengatakan rasa dan aku berusaha menjatuhkan rasa pada yang memaknain rasa, aku terjerat, ku bumbung tinggi dengan sabda-sabda Tuhan bahwa aku harus berakhlak, bahwa nilai Mu harus berarti dalam langkah, selalu berharap agar ketenangan, kezuhudan dan keistiqomahan selalu melekat, aku punya cita-cita bersifat mulia seraya harta terindah, dan panji-panji tradisi mencoba laik Fatimah Azzahro, Siti Aisyah serta Kartini sebagai wanita pemberi terang diatas kegelapan, seta cut nyak dien yang tak henti-henti mengobarkan semangat kebelengguan, namun kuakui terkadang aku lemah layak jatuh diujung dasar samudera ketika ketakmengertian menghampiri, kelelahan yang tak kunujung usai perjalanan ini, aku mengerti waktu dan aku mengerti tentang sebuah keadaan dan aku mengerti takdir,apakah sebuah langkah keputusan akan membuat ku menambah beban, atau malah membuat tenang, cita-cita harapan membumbung tinggi, keputusan yang paling berani diusia yg belum mapan dan matang serta belum stabil beranjak dengan bismiillah telah diambil, dan harus diselesaikan, dan ketika kodrat menghantui seraya cibiran para umum bahwa segeralah menjatuhkan rasa, seolah konsentrasi keputusan yang diambil terpecah belah, dan aku kembali terjatuh dalam sebuah kegersangan jiwa, pikiran dan hati, ku kembalikan lagi kepada Tuhan dan seraya memohon jangan pernah tuhan kasih aku duri, andaikan duri itu harus maka perkenankanlah cahaya kekuatan melekat, takut rasa buruk, menyakiti rasa, dan selalu ingat masa silam menghantui, dimana niat suci, harapan membumbung tinggi serta membangun sebuah fondasi yang kuat mengarah matahari menghantam panasnya, kekurangan kelebihan dipahami merenda masa depan indah diatas naungan indah Illahi, mengharap dunia akhirat digapai, pupus sudah hanya karena permasalahan yang tak berarti, dan terjatuh dalam sebuah dasar, kosong tanpa harapan, hanya hari ini berjalan, menikmati waktu dan keadaan yang sudah ada, tak mudah, mempercayai kembali, tak mudah membangun kembali, dan tak mudah mempunyai harapan kembali, dan selalu bertanya disepertiga malam, pertemukan Allah dengan jiwa-jiwa Mu...
Pertemukan Allah dengan hati Mu
Pertemukan Allah dengan cara Mu
Pertemukan Allah dengan Dunia Mu
Pertemukan Allah dengan akhirat Mu...
Pertemukan dalam kesabaran, keistiqomahan, dalam cita-cita yang harus digapai, mohon Allah kalau rasa ini atas Mu mudahkanlah jalanNya...biar waktu menjadi sebuah pemanis dalam kesabaran, dan biarlah merajut fondasi bak kekuatan atas keadaan, kelebihan dan kekurangan dipahami serta izinkanlah berjuang diatas kepahitan, diatas cobaan, rintang, diatas masadepan yang membumbung tinggi...demi kebaikan dunia akhirat.....
Wanita yang terpasung
Sosok itu lembut, penuh dengan kesabaran, penuh dengan ke”apikan”, penuh dengan kepekaan,keindahan, penuh dengan kasih sayang, itulah seorang wanita, dari luar menampilkan sosok yang lemah namun dalam dirinya menampilkan sosok yang kuat bahkan teramat kuat , dia kunci kehidupan, di tangan nyalah generasi itu ada, di tangan nyalah ia ajari kita kata, kata kehidupan, dan cara mengawali hidup, sosok itu terkadang terdiskriminasikan oleh adat yang melingkupinya, kebudayaan yang membeku membuat ruang lingkupnya terbatas, bahkan penggambaran sebagai sosoknya hanya sebagai ibu rumah tangga sudah cukup, bahkan kewajiban hanyalah dirumah mengurus anak suami itulah rutinitas yang melekat pada sosoknya, bahkan sebagian para wanita merasa terpasung dengan kebudayaan yang sebenarnya dalam Islam tidak ada, islam menggambarkan sosok perempuan yang tinggi derajat, surganya ditangannya, islam sangat membela hak-hak kaum perempuan, contohnya nyata adalah Aisyah RA dialah sosok perempuan yang pandai, hapal ribuan hadits, para sahabat nabi terkadang meminta nasehat atau petunjuk kepada beliau, tentang permasalahan umat yang sedang dihadapi, itu berarti menunjukkan Rasulullah sangat membebaskan Aisyah dalam mencari ilmu, bahkan Rasulullah sering sekali mengajak Aisyah berdialog tentang umatnya pada kala itu, sekarang kita tilik dengan keadaan yang pada umumnya wanita terkadang diremehkan dalam sebuah pendapatnya, bahkan diabaikan dalam setiap ucapannya, dalam sebuah rumah tangga terkadang suami lebih dominan, bahkan kedominan itu terbentuk oleh budaya yang sebenarnya dalam islam tidak ada, sebenarnya tugas dalam pekerjaan rumah tangga, seperti mengurus anak, mencuci, memasak, dan pekerjaan rumah tangganya yang lain, tidak sepenuhnya di urus oleh wanita semata, tapi merupakan kewajiban dari imam rumah tangga, namun adat itu hingga sekarang melekat bahwa wanita merupakan pekerja rumah yang hanya mengurus anak, memasak dan sebagainya,tidak sepenuhnya tanggung jawab itu berada ditangan wanita tapi tanggung jawab itu di tangan pria, dan hendaknya dipikul sama-sama, mengubah paradigma adat butuh hati yang lembut yang tercipta dalam lingkup keseimbangan, terkadang jiwa kesatria terlalu kesatria yang mengarah keegoisan membuat wanita terpasung dan akhirnya adat itu masih melekat hingga saat ini, bahwa wanita hanyalah pekerja rumah. Bukan itu saja dalam dunia kerja, wanita selalu di nomor duakan, ada sebagian perusahaan yang tidak mau mengambil karyawan wanita, karena dengan memperkerjakan wanita resikonya besar, nanti hamil, cuti dan banyak libur karena urusan rumah tangga, mengapa ketika anak sakit ibu yang harus izin dari pekerjaannya, mengapa bukan seorang ayah yang izin untuk mengurus anaknya, atau untuk lebih adilnya mengapa tidak izin keduanya ibu dan ayahnya inilah adat yang melekat hingga saat ini, sehingga sosok itu masih terpaku dengan budaya lama, yang sebenarnya islam menjunjung tinggi kemartabatannya, perusahaan di Indonesia pun masih menggunakan tradisi lama bahwa wanita merupakan pekerja sama dengan pria, hasilnya pun harus sama, padahal sesungguhnya kodrat dari dua jenis insane berbeda, tentunya harus menyeimbangkan dengan ketentuan porsinya masing-masing, diskriminasikan itu pun masih ada hingga saat ini, perempun dilarang untuk membawa anaknya dalam bekerja karena dapat menganggu pekerjaannya, padahal wanita itu lebih pandai lebih apik dalam menyeimbangkan pekerjaannya, banyak wanita bisa menyelesaikan pekerjaannya layaknya pria walau membawa anak sekalipun, terkadang ada kerisihan jika seorang wanita membawa seorang anak dalam bekerja, padahal dengan membawa anak dalam bekerja merupakan pelajarn dini buat anak terhadap keadaan hal hidup orang tuanya, dan anak akan lebih peka terhadap orang tua, jiwanya akan lebih mengenal keadaannya, tanpa meninggalkan dunianya sebagai anak-anaknya. Bahkan untuk pulang sebentar pun sulit bagi seorang pekerja wanita yang sedang menyusui, sehingga susu formula menjadi dominan bagi seorang anak, padahal asi merupakan poin penting dalam masa pertumbuhan bayi atau balita. Jadi sampai kapan keterpasungan itu melekat, dan sampai kapan adat itu melekat dan sampai kapan paradigma itu tetap ada…..
(tulisan ini terinspirasi dari melihat, mendengar…untuk wanita Indonesia yang tetap sabar dalam keterpasungannya).
Jika tersandar dengan yang semu
Jika tersandar sebuah yang semu…
Jiwa manusia yang berubah…
Ia lemah…
Ketika kebahagiaan datang dia lupa…
Jika kesedihan melanda dia meronta-ronta…
Jika dia yakin esok dia ragu
Jika dia setia esok ketika keindahan datang dia berpaling…
Jika dia jujur esok dia bohong…
Jika dia penuh dengan konsep esok dia ubah konsep…
Jika dia bercita-cita esok dia mengubah cita-citanya…
Jika dia berusaha kemudian menemukan aral maka dia lemah…
Jika dia hari ini bahagia esok sedih..
Dia sabar hari ini esok meronta…
Dia pasrah hari ini, esok dia bermurka durja…
Jabatan melimpah membuat dia lupa…
Kemiskinan mendera membuat dia kufur…
Hari ini dia tenang besok bergejolak…
Hari ini dia mendekat padaNya, esok menjauhkanNya..
Hari ini dia membuat keputusan esok dia memutuskan..
Hari ini dia menata esok dia merusak
Istighfar yang terdalam jasad dan raga serta pikiran dan jiwa penuh dengan kesemuan…
Penuh dengan kemunafikan, kealpaannya hingga waktu habisnya tak diketahuinya
Hingga zaman terus berputar…dan itulah ritme sebuah sosok yang dinamakan semu…
(instropeksi buat diri sendiri)
Dahsyatnya
Tabuh yang menggempar, kemudian memberi tanda isyarat, tabuh itu suara mengalun kemudian menyampaikan kabar berita, dan menjadi sebuah kevalidan sebuah absah, linear linear yang mengartikan, menjadi sebuah pijakan dalam sebuah cerita, ah...hela nafas tanda jeda yg tiada habisnya, kemudian berlalu lalang menawarkan sejuta cerita baru, ku katakan ini hanya aroma sesaat yang membutakan dan tak bercermin, bahkan lusuh, merindu dan tak biasa karena tak bisa, kesejukan mendera seolah mewarnai segala asa, cipta dan karya, begitu mewarna hingga tertakjub dibuatnya, jerami itu indah dan dahsyat, ketika bertemu, menyatu tiada habis warna jingga mewarna, seolah kebesaran tak mewakili atas kedalam begitu besarnya, lentur, lembut serta lunak yang luar biasa, bukan untuk ku dan sungguh bahagia bertemu itu, tak ada kilas balik dan tak ingin menorehkan itu kembali, disana aku ada dan disana aku berdiri disana aku berpijak dan selalu bertemu dalam sebuah kebesaran, sehingga apresiasi ini dahsyat dan syukur tak terhingga karena kebesaran Mu tercipta, lantunan itu kini menggema, keindahan instuisi yang tercipta, sungguh ketakjuban dalam setiap sesi, begitu besarnya atas cerita ini
^_^ fabiay alla i robbikuma tukadziban..nikmat apalagi yang kau dusta....
seni nya alur
Muhasabah kali ini tentang jalan kehidupan, hiudp ini tidak pernah tahu, hidup ini ada jalan yang samar, kita hanya bisa berusaha dan berdoa kendalinya adalah Tuhan Maha Kuasa, salah satu contoh cerita yang tak terduga, dahulu cuma hanya kepikiran untuk s1 saja, tak pernah merencanakan atau memplaningkan untuk melanjutkan studi yg lebih tinggi, tiba2 ide datang seketika, langsung beberapa hari kemudian ambil formulir daftar, jadi seketika berubah pula keadaan kondisi, ada sesuatu yang dikorbankan dan semuanya jadi berubah keadaan, atau mungkin cerita lain yang membuat tercengah, planing jauh hari ingin menikmati liburan sekolah disuatu tempat, disana 2 minggu, tiba-tiba ide datang begitu saja, untuk menghabiskan liburan dengan belajar disuatu kota, sudah beli tiket dan travel bag sudah dibeli, dan masih banyak cerita yang lain membuat kita tercengah, ketika suatu kesempatan datang kemudian hilang, atau hari ini tenang tidak ada masalah seketika muncul masalah, yah..begitulah liku-liku sebuah kehidupan yang tak pernah tahu jalannya, semuanya adalah ketakdugaan tanpa planning sebelumnya, yang terpenting menyegerahkan niat baik tanpa menunda kemudian jalani proses, seperti hal ide yang datang tiba2 melanjutkan kuliah tanpa pikir panjang langsung ambil formulir kemudian jalani proses walau awal agak kerepotan tapi seiring waktu berjalan dan adaptasi semuanya mudah, jadi ketika alur kita dilanda kesedihan lihatlah esok akan indah, ini hanya sebuah cerita yang tak pernah tahu arahnya, jalani saja yang terbaik suatu ketika kesempatan itu akan hadir menyapa, walau alur itu di putar-putar arah, di berhentikan atau di tangisi hingga air mata tiada habisnya, tapi jangan jadikan kesedihan kita menjadi energi negatif buat hidup kita, percayalah ini hanya sebuah cerita, bukan hanya mengkhayal bermimpi, merencanakan, tapi bertindaklah untuk hari ini,dan menyegerakan apa yang kita yakini bahwa kita mampu...senyum guys...untuk yang lagi bersedih..percayalah ini hanya alur sebuah kehidupan, cukup lakukan yang terbaik kemudian menyegerakan bertindak jangan lama-lama tuk bersedih karena alur senang-sedih itu alami....^_^ ( for me and for all
life is the reality
ketika berkata..aku melalang buana..dalam sebuah rangkaian indah..yang mendesir bagai pasir berbisik dipadang safana..dia lembut namun gersang, dia panas namun berkilau, lalu anoa yg bersuara merdu bagai sebuah pijakan setiap paradigma, sudut pandang, rangkaian geometri sebuah tebing yang menjajar tinggi, tanpa perencanaan hanya terukir dengan indah, sejuta insan selalu berdoa tapi lauhul mahfuzd tetap berdiri tegak tanpa goyah menunjukkan kuasa, ummi, para lemah, itulah insan yang selalu memohon petunjuk, hanya sebuah keyakinan yang memanifestasikan dari diriNya, semua mengeluh, semua menangis semua tertawa dan semua ingin apa saja yang diinginkannya, lalu kegersangan hati, kepuasan hati, kebencian hati, ketinggian hati membuat puas bagai razam tak habis-habisnya, binal,hingga mengental, kelemahan selalu melemah, dan tak pernah tahu tentang sebuah kebenaran, hanya bermain dipinggir-pinggirnya, dunia lain yg penuh kesucian tapi tersimpan kehitaman yang tanpa disadari, mengajak tanpa mengajak dirinya sendiri, lalu hanya orang yang selalu merendah tanpa merasa merendah apalagi meninggi, matahari itu terbit dengan poros lalu malam tiba bulan datang dengan kesunyian malam syahdu,begitu salah satu rangkaianNya, begitu sempurna, ada kuat ada lemah, ada senang ada sedih semua rangkaian itu tercipta begitu adanya,lalu mengapa sang insan selalu berambisi sesuai dengan keegoannya tanpa berpikir bahwa cukup usaha, cukup doa kemudian kendali mutlak semata kendaliNYA...mengapa cibiran para lusuh, cibiran para komentator tak pernah berpikir Tuhan punya skenario setiap masing-masing hambaNya,yang terkadang kita hanya melihat dari sudut pandang satu arah, dan ternyata kebaikan-kebaikan dalam skenario Allah adalah indah, tanpa harus mengotori dengan jalan-jalannya yang bukan terpuji sebagai keyakinan mutlakNYa, dengan Bismillah jalani skenarioNya, tanpa harus mengeluh, mengandai, atau menjatuhkan diri dalam kehinaan diri.
Sebuah Perspektif
Ah..helaan nafas selalu menarik setiap garis pandang, celotehan syair,atau mungkin kemarahan,hanya terdiam,dan tersipu bak senyum simpul bukan mengartikan kerasny hati,pikiran atau kemarahan2 yg tiada hbs,lalu terdiam bkn berarti diam,diam tetap dlm kelembutan,diam dlm sebuah keegoan,kemarahan,krn hanya sebuah perspektif dan sudut pandang,apalah arti sebuah spekulasi bila tanpa penelitian yg absah,untuk mendapatkan penelitian absah hrs menggunakan metodologi yg sesuai dgn fakta,bukan bermain pikiran dan sejarah atau hipotesis yg blm tentu,bukan tebar pesona,atau tebar kebaikan diri,atau kesemuan diri,dalamilah lalu jgn menuntut orang lain sesuai apa mau,krn berbeda dan kebenaran mutlak semata,dan hati ini berusaha meluruh,sejenak melembutkan hati,pikiran,tindakan dlm artikulasi serta ukiran yg berbatu dgn Illahi..terlelap dlm kepasrahan total dlm pangkuan Nya..krn keajaiban dlm tengadah mlm dlm laparny perut,membinasakan sifat kegersangan,tetap dlm lingkaran Illahi dbalik kegersangan hati pikiran serta rangkaian cerita,dan maaf terdiam dlm pangkuan Illahi..amin
Subscribe to:
Posts (Atom)