Sunday, July 22, 2012

terdiam

alhamdulillah terdiam
helaan nafas panjang....
bukan mengeluh tapi terdiam..
terdiam dengan cara-cara yang kurang tepat..
terdiam atas cara yang tepat
terdiam dengan kelemahan
terdiam atas kelebihan
terdiam atas keegoan
terdiam atas kelembutan
terdiam atas konsep
terdiam atas tak berkonsep
terdiam atas  pola-pola yang kurang tepat
terdiam atas pola yang tepat
dan ingin terdiam, terdiam, terdiam
dan akhirnya terdiam dengan yg gamang
warna-warni itu menggores hasil cipta yang tak berkarya, tak bernilai
maka terdiam, terdiam, terdiam
terdiam bukan sedih, bukan bahagia, bukan pula bergerak, bukan pula terhenti, dan bukan pula menggantung
terdiam memberikan ruang hati, terdiam memberikan ruh untuk memasuki dalam pertemuaNya, dan terdiam memberikan sejenak instuisi untuk mengingatNya, bukan karena moment tapi memang harus terdiam, bukan karena keinginan tapi memang hanya terdiam
diam jika usai tiba maka dia bergerak kembali dengan semangat menangguhkan keraguan, meneguhkan niat, serta bersikap dengan tepat, dan berproses dengan benar...semoga niat yang kokoh menumbangkan keegoan, menumbangkan keraguan, serta menumbangkan warna-warni yang tak berarti...

Tuesday, July 17, 2012

persepsi dan alur serta proses

Persepsi itu
alhamdulillah..ini lah yang terucap dari alur yang sangat keras dapat melewatinya, setelah jalan panjang, berliku namun akhirnya sesi ini berakhir, ku hadapkan diri pada Sang Maha, lalu keluh kesah ini menyiratkan kerahman Nya, kasih sayang Nya yang tak terhingga, semua ada jalanNya, seraya hati menjawabNya, kemudian di disujudkan wajah ini, senyum indah mempesona dari Sang Maha dalam dekapan ketenangan, karena sejati hidup adalah ketenangan.semoga dapat melewati setiap alur dengan baik, walau terkadang hantaman angin menerpa tiada henti, caci maki atau persepsi buruk terhela nafas kemudian pergolakan batin akan suatu hal menjadikan lebih arif dalam menghadapi sesuatu, biarlah sudut pandang itu berceloteh, biarlah persepsi itu berceloteh dan biarlah pendapat itu berceloteh, namun dekapan Sang Maha seolah menarik tangan menyambut Nya dalam relung dalam, lalu Sang Maha menjawab, mengapa risau dengan cacian makian, mengapa risau dengan persepsi buruk, dan mengapa risau dengan nama baik, siapa yang lebih mengenal hambaNya selain PenciptaNya, dan manusia hanyalah sebatas pandang sedangkan Tuhan Mu tak pernah sebatas pandang, ku rangkai kata kata dalam naungan indah, dalam jalan berliku, semoga setiap langkah adalah benar, dan semoga setiap langkah tak pernah menyakiti sesama, biarlah orang lain menyakiti asalkan diri tak pernah menyakiti, yang tersamar pergilah dengan kesamaran mu, temui kepastian mu dengan jalan yang benar, berproses lah dengan benar, agar hasil dari sebuah proses itu benar yaitu tercapai, jika kau lelah dalam berproses, maka katakanlah ingin sejenak terdiam, lalu kembalilah dalam proses mu, jika ingin terhenti maka katakanlah ingin terhenti...