Sunday, October 9, 2011

bercengkerama dengan waktu

seolah waktu melaju, menit, detik, jam,hari dan bulan melaju begitu cepat, tak sedikit berdamai, seolah bertanya untuk apa, hendak kemana, dan mau apa, lalu berjalan merasakan detik itu, menit, itu rangkaian cerita yang selalu mendesak, pikiran bergulat, rasa bergulat, dan tahu bahwa semuanya adalah skenario yang harus dilalui, semua adalah sebuah batang kayu yang seolah-olah kapan saja dia akan jatuh, dan ketika terjatuh kembali ketitik nol, harus tersadari bahwa Allah pemilik mutlak atas hambaNya...sekali-kali merindu ketawa lepas sang bocah, bersepeda ria dengan teman-teman sembari tertawa, atau memanjat gunung hingga lelah tapi ketika sampai puncak terasa nikmat tiada tara, sesekali mengingat indahnya malam beratap langit dengan bulan dan bintang berkecamuk dengan nya, sekali-kali merindu sujud ditengah keheningan malam di masjid yg besar itu, jalan cerita begitu memacu, seolah perbincangan yang memekik pun tanpa henti, dan aku tetap melangkah dibalik cibiran walau sebenarnya apa yang mereka cibirkan...mengapa tak berpikir inilah sebuah cerita Sang Cerita mutlak penentuNya...

No comments:

Post a Comment