Wednesday, November 21, 2012

Menata dan bergerak serta mencari

terdengar sayup berita duka dari ujung sana, setelah sekian waktu dalam kesemuan, ternyata doa ku terjawab, aku ingin berjalan di keterangan yang tanpa kesemuan diantara iya dan tidak, ku temui jawaban tidak walau perih, walau waktu terbuang sia-sia, menginstropeksi mengapa tidak, ternyata yang disana kumuh, dan Tuhan melindungi ku dari kekumuhan itu, bangkit dengan terluka, bangkit diatas cita-cita yang menuai perjalanan yang lelah, dan bangkit diatas kemuakan situasi, dan bangkit diatas kemuakan ego, yang tak pernah henti dan aku masuk dalam lingkaran itu. ternyata diam ku, rasa tak perduli ku serta keletihan ku terhadap keadaan itu membuat alur ini semakin tajam menghujam bak titik akumulasi sebuah sesi yang harus di jalani,berusaha meruntuhkan ketidak tenangan atas sesi ini, sebagai insan yang tak berdaya lemah, rapuh, bahkan air mata mengalir tiada henti di akhir-akhir ini sebagai ratapan cerita hidup yang tak henti-hentinya, semoga ratapan tak henti-henti ini bisa melewatinya, menata kembali, membiasakan diri dengan sesi ini, serta tetap tenang dan bergerak maju dengan sesi ini,karena perjalanan masih panjang, hanya  selalu terucap seraya rasa lemah di raih Sang Penguat agar keikhlasan terhadap sesi ini semoga bisa melewatinya dan senyum itu kembali seperti sedia kala.
ya... move on meletakkan rasa-rasa lemah itu dengan cara move on, ada hal yang lebih penting yang harus di capai agar waktu meloloskan setidaknya satu beban terselesaikan, dan yang terpenting membangun pondasi keyakinan sejak dini agar ketika selesai dapat melangkah pasti bersama keyakinan, dalam hal ini belajar dari sebuah pengalaman tak ingin sebuah kesemuan, dan tak ingin sebuah kelikuan dalam cerita...berjalan layaknya bukan mimpi atau harapan semu, mengusahakan, bergerak dengan waktu yang bisa terukur. dan tindakan nyata merupakan hentian untuk keraguan, peganglah niat ku diatas usaha nyata seorang kesatria yang mempertahan aku sebagai pilihannya kelak, hingga tak lengah, hingga menjatuhkan hati padanya saja, meyakinkan bahwa kesatria itu memilihku dengan keyakinan serta kesungguhan yang semata mengharap ridho Allah semata dan aku pun memilihnya. semoga tulisan ini mewakili sikap diri, sesungguh jika Allah berkenan diatas usaha layaknya wanita yang menggapai cinta Illahi yang abadi diatas niat suci. bukan harta, tahta serta rupa hanya mengharap ridho Allah semata, bukan pula kumuh, bukan pula mengemis, bukan pula kesendirian yang tak beretika tapi ini semua merupakan etika dalam menggapai ridho Allah semata. ^_^

No comments:

Post a Comment