setiap tulisan yang dibuat sebagai bentuk pelatihan diri bagaimana cara menulis yang baik serta koleksi penulis yang memang hobinya menulis, serta sebuah metamorfosa rangkaian cerita kehidupan dengan menekankan cara pandang, sudut pandang tanpa meninggalkan kesan menampilkan jati diri atau ekspresi keadaan diri hanya sebuah cerita semata....
pagi yang melucukan...
pagi itu sebuah rencana telah dibuat, rencana 2 minggu yang lalu, setelah lama tak bersatu dengan alam, hanya bekutat dengan rutinitas yang mesti dijalani, ketika waktu terhenti hanya diam dan selalu belajar dengan sesuatu yang baru... cukup jenuh tapi sebuah keinginan, sebuah cita cita harus digapai dengan kesadaran dan cara-cara yang harus ditempuh, pagi itu sebelum tabuh berbunyi mata sudah terbuka, dan sudah menjadi kebiasaan bahwa malam tak hanya untuk lelap tapi disitu ada malam yang indah yaitu penyatuan diri, terkadang rasa berat menghampiri tapi entah mengapa mata ini tak terpejam dengan rapatnya, sudah menjadi kebiasaan walau kodrat ada pada seorang wanita setiap bulan namun pembiasaan itu tetap terjadi, selelah apapun, diawali dengan membersihkan diri, lalu sarapan hanya segelas susu, ku langkahkan kaki, tak lupa pamit kepada bunda tercinta, my mom tahu kalau hari ini rencana liburan, dan tidak membawa kendaraan sendiri, rumah yang jauh dari lalulalang kendaraan, agak sulit dipagi hari untuk memulai aktivitas, dan akhirnya jalan satu2nya menggunakan ojek langganan, ojek langganan ketika itu sedang sakit, akhirnya dengan terpaksa kaki ini melangkah diantar my mom hingga berapa langkah, tiba-tiba tetangga ku hendak keluar berolah raga dipagi hari jika liburan tiba, dengan ditemani anak satu-satunya, dia menanyakan mau kemana, kukatakan mau kedepan, lalu menawarkan diri untuk mengantarkan, kusegera mengiyakan, karena arahnya yang sama, maka tak kupikir panjang untuk segera melaju, karena janji waktu mengejar, dan jangan sampai mengecewakan, sepanjang perjalanan dia bertanya, mau kemana ku jawab berlibur, tiba-tiba dia membuka perbicangan yang membuat ku kaget, mbak kok belum nikah? dijawab dengan enteng belum ada jodohnya, lalu dia membuka pembicaraan yang membuat tertawa hingga menggeli tau ga mba waktu dulu aku suka sama mba dan ada niat untuk meminang mba, namun saya lihat karakter mba yang begitu serius membuat saya urung setiap melangkah kaki kerumah mba, aku kaget, tapi kaget ku tak seberapa, hanya senyum simpul ku berikan padanya, terus dia menceritakan lagi kisah hati terhadap diri ku, aku sering lho perhatiin mba ketika pulang kuliah, mba aja ga tau, setiap dipersimpangan jalan, aku tunggu mba, tapi akanmba nya aja ga ngeh, lalu aku katakan padanya, terus sekarang apa tujuannya menyampaikannya, lalu dia jawab biar hati ini tenang mengungkapkan perasaan yang terpedam beberapa tahun silam, aku tertawa hahaha lucu,terus dia lanjutkan lagi, khan kalau udah ungkapin begini saya jadi plong, lalu aku tertawa dengan nada hahaha kasian, terus dia jawab ko kasian mbak, ya inilah salah satu kekecewaan terhadap diri sendiri yang tidak tegas, apa keinginannya, terus dia berceloteh lagi soalnya waktu itu mbak khan lagi kuliah, terus keliatannya mba orangnya jutek gitu, aku tertawa lagi dengan serunya, lalu dia bertanya mba apa jawaban ketika dulu kalau saya ungkapin perasaan itu ke mba, ku jawab diterima, dia dengan nada agak seneng gitu bener? serius? kenapa? soalnya seorang wanita kebih tertarik pada pria yang bersungguh-sunguh apa adanya, dalam menggapai keinginannya..tak terasa perjalanan sampai dekat gang telah sampai, lalu dia mengerut dahi seraya menyesal, terus ku jawab sudahlah itu takdir mu, dan jadikan takdir mu seindah apa pun itu.....hihihi
No comments:
Post a Comment