Sering kita bosan atau boring terhadap apa yang kita lakukan sehari-hari, bahkan terkadang kita mengeluh apa yang menjadi tanggung jawab kita, kali ini muhasabah yang akan dibahas adalah belajar dari seekor semut. Semut adalah binatang yang diciptakan oleh Allah dengan keuletan dan kesabaran dalam menggapai apa yang menjadi impiannya, semut selalu berusaha apa yang menjadi keinginannya, dia tak akan pernah jenuh bahkan bosan apa yang menjadi tujuan, selalu dia lakukan berulang-ulang, untuk mengumpulkan sebuah makanan itulah impiannya bahkan batu besar pun dia lewati untuk menggapai tujuan yaitu makanan, ketika dia mendapat rintangan dalam menggapai impiannya, dia terhenti sebentar kemudian dia mengumpulkan kekuatan tenaga yang lebih besar untuk menggapai impiannya tersebut. Itulah salah satu gambaran ciptaan Allah dalam tafakur semut, inilah yang dikatakan istiqomah, kita diperintahkan oleh Allah untuk bersungguh-sungguh terhadap apa yang kita impikan atau cita-citakan, terkadang perasaan jenuh, bosan yang berulang-ulang setiap pekerjaan atau tindakan yang dilakukan membuat kita tak bersungguh-sungguh, bahkan kita lebih asyik dengan kemalasan yang mendera, atau kesenangan sesaat yang membuat kita terlena, disinilah dibutuhkan pemikiran yang mendewasakan pribadi, akhlak merupakan cerminan dalam setiap tindakan, ketepatan dalam bertindak merupakan kunci cita-cita, dan dibutuhkan pengorbanan kesenangan dibalik keinginan kita, apalagi ketika rintangan menghadang membuat kita jera dan terlena dengan rasa yang mendera rintangan tersebut, dan kita akan melangkah mundur kembali, itulah yang menyebabkan kita gagal dalam meraih impian kita, jadi lakukanlah apa yang menjadi tujuan, impian kita, jangan pernah bosan, jenuh melakukan kegiatan yang berulang-ulang, dan ketika rintangan menghadang maka jangan terhenti, terhenti sesaat kemudian bergegaslah dengan kekuatan yang lebih besar raihlah impian kita.
(muhasabah buat diri sendiri tanpa rasa menggurui siapa pun, karena penulis pun seorang yang lagi belajar untuk menjadi lebih baik).
No comments:
Post a Comment