Thursday, December 1, 2011

lemah dengan keegoan dan tak tertata rapi emosi itu...

berdiri di ujung, rasa kan emosi itu,lalu dimana kerapian itu...harusnya elok indah dirasa dan dipandang, hingga mencerminkan keindahan, bukan keindahan keelokan secara kasat mata, tapi kedamaian yang suara langit seru, lalu dimana, mengapa serasa tak bisa, mengendalikan setiap kerapian atau kedamaian, atau terlalu penat dengan ini, atau hanya ambisi bukan suara langit yang diharapkan, bagai setan yang mengental meneriakinya, lalu tersedu-sedu menangisi, meratapi, seraya kelemahan, diujung tangan selalu berharap hingga jalan lurus, sampai mata menutup, hingga langkah selalu lurus, apalah daya hidup hanya jembatan menujuNya, bukan tak bersemangat dengan dunia tapi katakan pada dunia tak mampu, biarlah, entahlah, tak tahulah, enyahlah, pergilah, terserahlah, dan pasif menyerahlah, seolah dan taksanggup, mendera bagai rajam tak habisnya, aku dan aku, aku dan aku, selalu begitu, bagai menembaki diri tiada-tiada habis, lorong itu panjang, dan tak bertemu jalan, ah...itu cuma emosi, itu cuma ego, dan itu bukan kerapian dan itu keruh, ah salah satu cerita tertata rapi, bagai gelombang pasang surut, terkadang ini, terkadang itu, bagaimana saja cerita itu bernama cerita hingga semuanya berhenti dan ketika semua berhenti habislah sudah, yang ada hanya senyum keikhlasan yang indah dan abadi, bertemuNya hingga akhir masa, waktu itu singkat, tak tau jalan panjang ini, berharap ketika dipanggil olehNya namaNya ada dilisan ku, dihati ku serta ketika ku sedang berhadapan denganNya, Robb...bukan nya tak sanggup tp takut ketika dunia memenuhi hati ku, memenuhi pikiran dan takut lisan ini bukan nama mu terucap, dan hati ini bukan tertanam nama Mu, kelak aku bertemu dengan Mu, aku emosi, ego, setan menemani.....

No comments:

Post a Comment