Ku tawarkan ia senyum
Sudah lama tak tergores tinta karena menderu, meratap serta
berlogika, kembali ia mengirimkan sebuah tulisan yang bermakna, tak pernah
melihat apa isi tulisan itu, karena lalu lalang kegiatan menyita sendi tubuh
ku, mengingat kan akan usang bahasa yg tertata rapi sarat dengan filsafati,
bermakna menandakan ia berpikir..layak Thomas Kuhn yang mencari kebenaran akan
kepuasan dari kesamaran, ku hela nafas teringat usang tentang sosoknya,
ya..sosok yang tak pernah tahu,dan lelah dengan sebuah kata yang tersirat, usang membuat teka teki berlalu tanpa peduli,
dan ia terhilang di telan lalu lalang kegiatan serta hilir mudik sosok. Cerita yang
tak bergeming, perlahan kembali dalam maya ku, ku lihati satu kata, satu
kalimat demi kalimat, lalu ku baca hati ku, tercipta keindahan tentangnya
mengingat usang, sifat marahnya, atau bahasa yang selalu memprotes sudut
pandang, ya pria gombal penarik wanita, itulah sosok mu, bahasa mu untuk setiap
keindahan yang datang dan entah sampai kapan tersirat itu kau lontarkan, dan
entah sampai kapan kau selalu membuat puisi kegombalan, dan entah sampaikan
kapan kau selalu memprotes sudut pandang ku…pria, pria dan pria dibalik hilir
mudik menata masa depan, sosok ku digambarkan sebagai anak abg yang sedang di
landa kegalauan, kebimbangan dan keraguan, ku senyumkan ia…lalu senyum indah
ini menantikan ia menghentikan kegalauan ku, kebimbangan ku serta keraguan ku…ah
dimana rasa? Entahlah rasa ini tak pernah tertatih, cepat berganti seiring
musim berganti. Dan sampai kapan bertepi?
No comments:
Post a Comment