Tuesday, June 19, 2012

Ku tawarkan ia senyum


Ku tawarkan ia senyum
Sudah lama tak tergores tinta karena menderu, meratap serta berlogika, kembali ia mengirimkan sebuah tulisan yang bermakna, tak pernah melihat apa isi tulisan itu, karena lalu lalang kegiatan menyita sendi tubuh ku, mengingat kan akan usang bahasa yg tertata rapi sarat dengan filsafati, bermakna menandakan ia berpikir..layak Thomas Kuhn yang mencari kebenaran akan kepuasan dari kesamaran, ku hela nafas teringat usang tentang sosoknya, ya..sosok yang tak pernah tahu,dan lelah dengan sebuah kata yang tersirat,  usang membuat teka teki berlalu tanpa peduli, dan ia terhilang di telan lalu lalang kegiatan serta hilir mudik sosok. Cerita yang tak bergeming, perlahan kembali dalam maya ku, ku lihati satu kata, satu kalimat demi kalimat, lalu ku baca hati ku, tercipta keindahan tentangnya mengingat usang, sifat marahnya, atau bahasa yang selalu memprotes sudut pandang, ya pria gombal penarik wanita, itulah sosok mu, bahasa mu untuk setiap keindahan yang datang dan entah sampai kapan tersirat itu kau lontarkan, dan entah sampai kapan kau selalu membuat puisi kegombalan, dan entah sampaikan kapan kau selalu memprotes sudut pandang ku…pria, pria dan pria dibalik hilir mudik menata masa depan, sosok ku digambarkan sebagai anak abg yang sedang di landa kegalauan, kebimbangan dan keraguan, ku senyumkan ia…lalu senyum indah ini menantikan ia menghentikan kegalauan ku, kebimbangan ku serta keraguan ku…ah dimana rasa? Entahlah rasa ini tak pernah tertatih, cepat berganti seiring musim berganti. Dan sampai kapan bertepi? 

No comments:

Post a Comment