Tuesday, June 19, 2012

sempit

seharian menulis

dalam tarian sang wanita agung, menyiratkan karya-karya yang agung sebagai bentuk apriasi karya yang berarti kelak, inspirasi itu berasal detik demi detik cerita setiap sesi yang terlewati, bahagia merupakan bentuk eksotik hiperbola dari seorang penulis, mengalun biru layak bercermin dalam rangkaian cerita, takkan bisa berhenti karena inilah aku, dan aku tergambar luas samudera yang terangkai dari sesi yang tercipta sebelumnya, ya Sang Maha penentu, dan aku hanya hamba yang sedang menantikan keabadian kelak bersamaNya, dalam penantian tertoreh  karya yang bermanfaat dalam kebersamaan, lalu apa yang dikhawatirkan? wanita dengan berbagai sudut pandang, tergambar dlm naskah-naskah perjuangan, terlalu dini penilaian, terlalu dini menyimpulkan, dan terlalu sempit menggambarkan, terlalu dini mengambil langkah, hanya candaan, dan hanya korban keresahan, dan hanya korban permainan semata, lalu di simpulkan, tertawa kecil, renyah terhadap sebuah penafsiran, apa yang ada di benak sempit itu? ya.... terlalu berkomtemplasi dengan makna yang tipis, ya terlalu sibuk dengan keegoannya lalu tak pernah membuka pola-pola alur, dan terlalu dini untuk menilai, ku ulurkan tangan sebagai kata keramahan sebagai insan, tak pernah berlebih dan tak pernah berharap berlebih, sejati keputusan di pikirkan lebih matang, agar kelak tidak menjadi sesal, ku tahu Tuhan ku tak pernah membiarkan ku, Dia selalu mendekap ku, Dia selalu memberikan kesempatan yang selalu di sia-siakan, ampun aku Robb dalam sujud ku...terseduh sedan dalam kehinaan serta penyesalan yang tiada berarti, Robb dalam diam hanya Mu yang mengisi ku

No comments:

Post a Comment