Friday, November 11, 2011

life is the reality

ketika berkata..aku melalang buana..dalam sebuah rangkaian indah..yang mendesir bagai pasir berbisik dipadang safana..dia lembut namun gersang, dia panas namun berkilau, lalu anoa yg bersuara merdu bagai sebuah pijakan setiap paradigma, sudut pandang, rangkaian geometri sebuah tebing yang menjajar tinggi, tanpa perencanaan hanya terukir dengan indah, sejuta insan selalu berdoa tapi lauhul mahfuzd tetap berdiri tegak tanpa goyah menunjukkan kuasa, ummi, para lemah, itulah insan yang selalu memohon petunjuk, hanya sebuah keyakinan yang memanifestasikan dari diriNya, semua mengeluh, semua menangis semua tertawa dan semua ingin apa saja yang diinginkannya, lalu kegersangan hati, kepuasan hati, kebencian hati, ketinggian hati membuat puas bagai razam tak habis-habisnya, binal,hingga mengental, kelemahan selalu melemah, dan tak pernah tahu tentang sebuah kebenaran, hanya bermain dipinggir-pinggirnya, dunia lain yg penuh kesucian tapi tersimpan kehitaman yang tanpa disadari, mengajak tanpa mengajak dirinya sendiri, lalu hanya orang yang selalu merendah tanpa merasa merendah apalagi meninggi, matahari itu terbit dengan poros lalu malam tiba bulan datang dengan kesunyian malam syahdu,begitu salah satu rangkaianNya, begitu sempurna, ada kuat ada lemah, ada senang ada sedih semua rangkaian itu tercipta begitu adanya,lalu mengapa sang insan selalu berambisi sesuai dengan keegoannya tanpa berpikir bahwa cukup usaha, cukup doa kemudian kendali mutlak semata kendaliNYA...mengapa cibiran para lusuh, cibiran para komentator tak pernah berpikir Tuhan punya skenario setiap masing-masing hambaNya,yang terkadang kita hanya melihat dari sudut pandang satu arah, dan ternyata kebaikan-kebaikan dalam skenario Allah adalah indah, tanpa harus mengotori dengan jalan-jalannya yang bukan terpuji sebagai keyakinan mutlakNYa, dengan Bismillah jalani skenarioNya, tanpa harus mengeluh, mengandai, atau menjatuhkan diri dalam kehinaan diri. 

No comments:

Post a Comment