bertemu dalam sebuah ketiadaan hanya keindahan kata, kata menjadi makna yang tak tersirat oleh sebuah kedalaman yang tak pernah mengerti, tak mengenalnya, bahkan asalnya hanya sebuah kata yang sangat berarti, dan mulai menyemai atas kata yang mempunyai makna, naif terasa, terlalu dini, terlalu singkat untuk mendalami rasa, namun indah terasa, aku bukan wanita petualangan rasa yang mudah mengatakan rasa dan aku berusaha menjatuhkan rasa pada yang memaknain rasa, aku terjerat, ku bumbung tinggi dengan sabda-sabda Tuhan bahwa aku harus berakhlak, bahwa nilai Mu harus berarti dalam langkah, selalu berharap agar ketenangan, kezuhudan dan keistiqomahan selalu melekat, aku punya cita-cita bersifat mulia seraya harta terindah, dan panji-panji tradisi mencoba laik Fatimah Azzahro, Siti Aisyah serta Kartini sebagai wanita pemberi terang diatas kegelapan, seta cut nyak dien yang tak henti-henti mengobarkan semangat kebelengguan, namun kuakui terkadang aku lemah layak jatuh diujung dasar samudera ketika ketakmengertian menghampiri, kelelahan  yang tak kunujung usai perjalanan ini, aku mengerti waktu dan aku mengerti tentang sebuah keadaan dan aku mengerti takdir,apakah sebuah langkah keputusan akan membuat ku menambah beban, atau malah membuat tenang, cita-cita harapan membumbung tinggi, keputusan yang paling berani diusia yg belum mapan dan matang serta belum stabil beranjak dengan bismiillah telah diambil, dan harus diselesaikan, dan ketika kodrat menghantui seraya cibiran para umum bahwa segeralah menjatuhkan rasa, seolah konsentrasi keputusan yang diambil terpecah belah, dan aku kembali terjatuh dalam sebuah kegersangan jiwa, pikiran dan hati, ku kembalikan lagi kepada Tuhan dan seraya memohon jangan pernah tuhan kasih aku duri, andaikan duri itu harus maka perkenankanlah cahaya kekuatan melekat, takut rasa buruk, menyakiti rasa, dan selalu ingat masa silam menghantui, dimana niat suci, harapan membumbung tinggi serta membangun sebuah fondasi yang kuat mengarah matahari menghantam panasnya, kekurangan kelebihan dipahami merenda masa depan indah diatas naungan indah Illahi, mengharap dunia akhirat digapai, pupus sudah hanya karena permasalahan yang tak berarti, dan terjatuh dalam sebuah dasar, kosong tanpa harapan, hanya hari ini berjalan, menikmati waktu dan keadaan yang sudah ada, tak mudah, mempercayai kembali, tak mudah membangun kembali, dan tak mudah mempunyai harapan kembali, dan selalu bertanya disepertiga malam, pertemukan Allah dengan jiwa-jiwa Mu...

Pertemukan Allah dengan hati Mu
Pertemukan Allah dengan cara Mu
Pertemukan Allah dengan Dunia Mu
Pertemukan Allah dengan akhirat Mu...
Pertemukan dalam kesabaran, keistiqomahan, dalam cita-cita yang harus digapai, mohon Allah  kalau rasa ini atas Mu mudahkanlah jalanNya...biar waktu menjadi sebuah pemanis dalam kesabaran, dan biarlah merajut fondasi bak kekuatan atas keadaan, kelebihan dan kekurangan dipahami serta izinkanlah berjuang diatas kepahitan, diatas cobaan, rintang, diatas masadepan yang membumbung tinggi...demi kebaikan dunia akhirat.....
 ·  ·  · Share · Delete
    • Devie Indiarti Bagusnya.. Ini baru bukan perempuan biasa..
      April 17 at 6:18am · 
    • Lina Wati amin...ibu doanya...lagi mencoba...hehehe be shy....
      April 17 at 6:20am ·