Bertemu dalam alunan kekuatan dan meyakini dan menjadi pijakan sebagai sebuah cercah.namun rasa selalu menjatuhkan dalam lembah kelemahan...
Terlambai bak kedamaian sejati...terfana terhambur dalam sebuah keindahan hidayah yang mewangi...
berharap Berlindung dari Nya dan menetap dalam keistiqomahannya...
Memang tak sekuatNya...
Memang selalu terjatuh namun selalu bangkit
Memang selalu mengerti namun kemengertian dan keyakinan itu masih samar...
wahai...Gusti... ingin keluguan itu sebagai pilihan, ingin tak kemengertian itu sebagai dasar pijakan itu..
dan kekuatan itu menjadi pilihan,
wahai ketidaktahuan menyatulah...
wahai ketidak mengertian itu sebagai pilihan...
wahai jam berjalan pada porosnya wahai alam yang sejati memilah rasa keindahannya dan kedamaian bak sejatinya ia..
wahai pohon yang besar itu melambai ketika angin menyergap dan biarlah ia meninggi hidup dalam sejuta tahun dan layu ketika pemiliknya menginginkannya...
wahai matahari bersinarlah pada waktunya dan ketika sinar nya tiada karena pemiliknya
wahai bulan menerangi bumi dalam kegelapan itu dan berganti karena kehendak pemiliknya..
jangan pernah bertanya, mengharap yang ada hanya bagaimana membuat jam lebih berarti, menjadikan pohon untuk berlindung, menjadikan matahari tetap berguna,dan menemani setiap langkah dalam sebuah arti, dan biarkanlah bulan tetap menemani dalam Syahdu dalam instuisi hati, jiwa, pikiran dan esok menjelang matahari menyala setiap langkah....dan pohon menjadi ketentraman dan rindangnya hati, jiwa, pikiran...sungguh menikmati itu semua..dalam angan serta cita-cita yang terukir bagai awan yang selalu berwrna - warni.
AMIN......
No comments:
Post a Comment